ICEBM 9 - 2020 : Bagaimana Entrepreneur dan Manager beradaptasi dalam masa pandemi Covid-19
Sabtu, 28 November 2020

Pada tanggal 19 November 2020 yang lalu, FEB Universitas Tarumanagara bersama dengan MM dan LPPM Universitas Tarumanagara bersinergi dalam seminar Internasional ICEBM ke sembilan dengan tema : "Post COVID-19 Pandemic: How Entrepreneurs and Managers Adapt and Reshape Business Strategies".

Pada kesempatan tersebut, Menteri Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) Erick Thohir sebagai keynote speaker dalam The Ninth International Conference on Entrepreneurship and Business Management (ICEBM 9 – 2020) secara daring di Jakarta, Kamis (19/11) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi telah mempercepat transformasi perusahaan BUMN yang telah diinisiasi sejak akhir 2019. Selain itu, beberapa transformasi digital telah dilakukan seperti aplikasi pembelian tiket feri secara daring oleh ASDP yakni Ferizy. Lebih lanjut, Bp. Erick mengatakan bahwa BUMN juga melakukan transformasi bisnis proses dengan program klasterisasi BUMN dengan berdasarkan rantai nilai dan bisnis inti perusahaan untuk mendorong kompetensi dan kapabilitas yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing untuk mencapai Indonesia Emas 2045 pada 100 tahun Kemerdekaan Indonesia.

Di sisi lain, Rektor Universitas Tarumanagara Agustinus Purna Irawan mengatakan pandemi Covid-19 telah mengubah aspek kehidupan di masyarakat, termasuk di dunia bisnis. "Ke depan, dunia bisnis juga akan mengalami perubahan yang signifikan," kata dia. Lebih jauh, Agustinus menyatakan bahwa meskipun penyelenggaraan ICEBM tahun ini diadakan secara daring, namun panitia ICEBM tetap semangat dengan seluruh partisipan yang tetap antusias. "Dalam kondisi saat ini terlepas dengan banyaknya perusahaan yang mengalami kemunduran, ada banyak perusahaan yang dapat mengubahnya menjadi kesempatan untuk bangkit dan lebih maju,” jelasnya.

Ketua Pelaksana ICEBM 2020 yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untar Dr. Miharni Tjokrosaputro menyatakan pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai macam tantangan. Selain perilaku konsumen yang berubah, sektor industri mulai dari kepemimpinan, praktik manajemen pun ikut berubah. “Praktisi bisnis perlu berpikir secara bijak dalam memahami konsumennya. Banyak perusahaan yang terus bergerak maju karena sadar akan perilaku konsumen yang telah berubah, membuat mereka juga menyesuaikan (reshape/rebuild) bisnisnya agar dapat bertahan selama pandemi.”

Adapun pembicara lainnya dari Malaysia yaitu Director Centre For Business Incubation and Entrepreneurial Ventures, Tunku Abdul Rahman University College (Malaysia), Prof. Lim Tong Ming, Ph.D. mengatakan bahwa “Terlepas dengan berbagai impact negatif dari pandemic Covid-19, kita juga bisa mengambil impact positif yang timbul, seperti perkembangan pada beberapa sektor industri misalkan industri teknologi. Dikarenakan kebijakan untuk tetap di rumah, seluruh kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara online, ini adalah satu-satunya cara untuk mempertahankan pendidikan agar dapat bergerak maju. Selain perkembangan pada sektor e-commerce dan delivery service, dunia industri kreatif juga dipaksa menjadi kreatif, seperti halnya acara hiburan televisi “Saturday Night Live yang membuat episode pertamanya dengan konsep dari rumah saja,” ujar Prof. Lim Tong Ming, Ph.D. dalam pemaparannya.

Sedangkan pembicara yang lain, Roberto Saputra yang merupakan seorang praktisi menyampaikan hasil observasinya selama 20 tahun berdasarkan pengalaman sejak berkecimpung dalam dunia sales. “Semuanya bermula dari pola pikir. Terlepas dari besar atau kecilnya suatu bisnis akan mampu bertahan 5 hingga 10 tahun kedepan jika mereka berpikir “future-today” dan ini penting bagi yang lain untuk mulai melakukan dengan memandang masa depan adalah hari ini. Isu yang kita alami saat ini adalah perlunya menjalankan bisnis dalam dunia dimensi, artinya mengoperasikan bisnis seraca offline karena kontribusi transaksi fisik masih sangat besar. Di waktu yang bersamaan, perlu mengantisipasi masa depan yaitu dunia digital.”

Kegiatan ICEBM yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2012, kali ini menghadirkan Keynote Speaker Menteri BUMN Republik Indonesia Erick Thohir. Adapun pembicara lainnya dari Malaysia yaitu Director Centre For Business Incubation and Entrepreneurial Ventures, Tunku Abdul Rahman University College (Malaysia), Prof. Lim Tong Ming, Ph.D. dan Roberto Saputra, seorang Chief Brand, Design & Insight Officer – Smartfren Indonesia, dengan moderator Dr. Cokki. Adapun beberapa universitas yang bekerja sama sebagai pendukung acara berasal dari dalam dan luar negeri antara lain KunShan University Taiwan, Tunku Abdul Rahman University College (TAR UC) Malaysia, Trisakti School of Management, Universitas Bunda Mulia, Universitas Krida Wacana, dan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) serta partisipan dari berbagai negara, diantaranya Taiwan, Malaysia, India, Canada, Vietnam, El Savador, dan Indonesia.

MT.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018