Liputan Entrepreneur Week 14
Jumat, 20 Desember 2019

Pendidikan dan pengalaman berwirausaha sangatlah penting. Kekeliruan pertama dari seorang wirausaha adalah jika lebih mengandalkan pengalaman daripada Pendidikan sedangkan kekeliruan kedua adalah jika seseorang wirausaha hanya bermodalkan Pendidikan tapi miskin pengalaman lapangan. Berdasarkan hal tersebut maka perpaduan antara Pendidikan dan pengalaman adalah faktor utama yang menentukan keberhasilan wirausaha.

Sejak tahun 2010, Program Studi S1 Manajemen telah menawarkan Konsentrasi Kewirausahaan kepada mahasiswa. Sasaran yang ingin dicapai adalah menyiapkan mahasiswa agar siap menjadi wirausaha ketika mereka lulus. Untuk itu, di dalam kurikulum, mahasiswa telah dipersiapkan sejak semester pertama dengan penawaran matakuliah Dasar-dasar Kewirausahaan. Mata kuliah ini bertujuan agar mahasiswa mampu menghasilkan konsep ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Pada semester kedua, mahasiswa mempelajari Penciptaan Usaha Baru (New Ventures Creation), yang merupakan pendalaman dari matakuliah Dasar-dasar Kewirausahaan, dengan memberikan penekanan pada analisis kelayakan ide bisnis dan pengenalan model bisnis. Pada semester ketiga, mahasiswa mempelajari konsep model bisnis dengan pendekatan kanvas model bisnis dari Alex Osterwalder (2012) yang harapannya adalah dengan ide bisnis yang dihasilkan pada mata kuliah Dasar-dasar Kewirausahaan dan diperdalam pada matakuliah Penciptaan Usaha Baru, dikembangkan menjadi model bisnis yang layak dijalankan. Pada semester keempat, mahasiswa mempelajari manajemen penjualan, sehingga diharapkan menjadi entrepreneur handal yang mampu menjual produk yang dihasilkan. Semester kelima, mahasiswa mempelajari perencanaan bisnis (Business Plan), dimana model bisnis yang telah dikembangkan menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan bisnis. Barulah kemudian pada semester keenam, mahasiswa dalam mata kuliah Perencanaan dan Simulasi Bisnis diwajibkan untuk mengimplementasikan rencana bisnis yang disusun menjadi sebuah prototype dalam sebuah ajang yang dinamakan “Entrepreneur Week”, yang menjadi wadah untuk melakukan aktivitas layaknya seorang entrepreneur.

Tema Entrepreneur Week 14 kali ini adalah “Millenials Empowerment for Sustainable Entrepreneurship” yang diwujudkan dalam bentuk Pameran Implementasi Bisnis dan Pameran Poster Model Bisnis. Generasi milenial merupakan generasi paling cepat belajar dan beradaptasi sehingga generasi ini memiliki pemikiran yang lebih inovatif, kreatif, dan kritis.

Entrepreneur Week 14 dilaksanakan di Emporium Pluit Mall pada Jum’at hingga Minggu, 29 November hingga 1 Desember 2019 yang diikuti oleh 10 tim yang terdiri dari Jajalen dengan produk Jamu Fushion, Korimofu dengan produk es krim goreng, Tara el Taco dengan produk taco rasa lokal, Meatable dengan produk burger sayur, Louchips dengan produk kripik bunga teratai, Ngunjuk dengan produk minuman boba lokal, Furucha dengan produk pudding lohanko, Crackerlicious dengan produk snack rengginang, Warkabe dengan produk kaos dan terakhir Minisoap dengan produk mini sabun. Poster model bisnis diikuti oleh 21 poster.

Acara pembukaan Entrepreneur Week 14 dihadiri oleh Rektor Universitas Tarumanagara, Prof. Dr. Ir. Agustinus Purna Irawan, Ketua Lembaga Mahasiswa dan Alumni Dr. Adianto, M.Sc., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Sawidji Widoatmodjo, S.E., M.M., M.B.A., Kaprodi Manajemen Franky Slamet, S.E., M.M., Kaprodi DKV Edy Chandra, S.Sn., M.I.Kom., Dosen pembimbing, serta Asisten GM Emporium Mall Pluit Ibu Priscilla Lydia Moningka.

Lima kategori penghargaan diberikan kepada pemenang. Kategori The Best Innovation Product diberikan kepada Jajalen, kategori The Best Competitive Product dimenangkan oleh Ngunjuk, kategori The Best Service diraih oleh Jajalen, kategori The Best Appearance dimenangkan oleh Minisoap, dan kategori The Best Implementation diraih oleh Jajalen.

Hak Cipta Universitas Tarumanagara © 2018